I wish …

Di pagi yang cukup serah, satu telepon bisa saja menjadi perubah mood satu hari ini. Seperti pagi ini, telpon dari papa. Niatku adalah untuk meminta gaji tiap dua minggu. Tapi hal yang tak kusangka terjadi hari ini. Papa berniat pergi dari rumah tante hari ini. Papa sudah disana sekitar 3 tahun dan sekarang ingin pergi lantaran papa semacam dimarahin sama tante. Papa memang kakaknya tante tapi tante sangat pintar, apapun yang dikatakannya pasti ada benarnya. Tante kadang mengkritik, mungkin memang untuk maksud yang baik tapi terkadang tante tidak tahu bahwa itu menyakiti hati. Dan yang dapat papa lakukan hanyalah diam, dalam hati papa yang paling dalam aku tahu bahwa ia ingin sekali pergi, ia ingin bebas dan ia ingin hidupnya tidak bergantung lagi pada tante. Tapi apa daya papa, karna papa tidak memiliki suatu penghasilan. Bahwa memang benar ia bergantung pada tante. Karnanya ia tak dapat pergi. Ia harus bertahan ketika hatinya sakit. Ia harus mengurungkan niatnya untuk sekarang, menuruti semua apa yang diminta meski kadang ia tak ingin. Ia harus merendah diri meski ia tak ingin. Aku tahu papa bukanlah orang yang akan merendah semudah itu. Tapi karna keadaan yang memintanya. Ia harus melakukannya.

Aku hanya berharap aku cepat dewasa dan aku cepat memiliki penghasilan untuk menghidupi ayahku ini. Agar aku dapat membuatnya merasa bebas lagi. Tak perlu lagi merendah. Bahkan jika ingin menikah, aku akan merelakannya. Aku hanya inginkan satu, kebahagiaanya. Aku ingin mengganti semua hal yang pernah diberikan oleh tante kepadaku dan kepada papa. Aku ingin membalas budi atas segala kebaikannya. Merawat papa sampai saat ini yang bahkan mama pun gamau dan juga merawat ku selama ini melalui papa. Aku ingin membalas semuanya dan membawa papa keluar dari sana. Aku ingin membelikan papa rumah sendiri. Hanya untuk papa. Untuk kebahagiaanya dan tempat pemancingan disampingnya. Aku akan menopang semua kebutuhan papa dan aku yang akan menjaganya sampai ia tua nanti. Aku bangunkan rumah sederhana, tempat pemancingan, toko kecil, dan pekarangan untuk papa bersantai.

Aku hanya ingin mengatakan pada papa. Bersabar ya pa… sebentar lagi aku akan menjadi anak yang sukses. Doakan aku agar semuanya berjalan dengan lancar.

Aamiin.

I love you, dad.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s